Newest Post

Jadi Mahasiswa yang Melek Politik!

| Senin, 19 Mei 2014
Baca selengkapnya »


(Teknik Mesin-ITS)    Mahasiswa teknik berbicara politik? Sepintas terpikir oleh kita bahwa itu adalah bahasan yang berat. Pertanyaan berupa “mengapa harus bahas politik?” terlontar dari teman-teman kami. Maka dari itu, untuk memberi pencerahan, simak tulisan kami ya.

Permasalahan di bangsa dan negara ini bukanlah hanya milik para politisi dan bapak presiden yang duduk di singgasana saja. Namun, juga milik kita, mahasiswa. Sebagai kaum intelektual, yang sudah bergelas “Maha”, terkadang kita enggan untuk menyentuh yang namanya politik. Atau bahkan, ada beberapa yang memberikan kesan negatif ketika mendengar kata-kata “politik”. Dan ada juga yang memilih untuk tidak mengemukakan pendapatnya alias diam. Tidak bisa disalahkan bagi mereka yang berpendapat seperti itu, karena mungkin saja pemuda-pemuda di Indonesia ini sudah sangat muak dengan politisi-politisi yang gemar membuat perkara sehingga rujukan yang terlintas ketika mendengar kata “politik” ya “kelakuan politisi”. 



Sebenarnya, apa sih tujuan dari “Mahasiswa harus tahu politik”? Kalau kita mengutip kutipan dari Aristoteles, politik sendiri memiliki arti “Usaha yang ditempuh sekelompok manusia untuk mewujudkan kebaikan bersama”. Itu adalah teori klasik dari bapak filosofi dunia. Namun, itulah yang harusnya menjadi refleksi untuk kita dan menjadi jawaban atas pertanyaan tentang mengapa harus belajar politik. Kami teringat akan 4 peran fungsi mahasiswa yang pernah diberikan pada saat Gerigi (Generasi Integrasi ITS) tahun 2011 lalu.

Disana disebutkan bahwa mahasiswa memiliki 4 peran yang bersifat “Mandatory” yaitu Agent of Change, Social Control, Moral Force, dan Iron Stock. Kami tidak akan menjelaskan satu persatu apa arti dari ke-4 istilah itu, karena kami yakin teman-teman jauh lebih paham makna dari itu semua. Memang tidak mudah untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Apalagi ditambah dengan kesibukan kita semua yang tidak bisa dihindari. Namun, alangkah baiknya jika kita perlahan-perlahan merenungkan, tujuan kita untuk mengetahui politik itu untuk siapa sih?. Tentu ke-4 peran fungsi mahasiswa itu implementasinya kepada peran kita dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia ke-depannya. Tapi sayang, mahasiswanya saja “ogah” melirik politik, bagaimana bisa mengimplementasikan hal-hal tersebut.
 
Mungkin keengganan tersebut bisa dilandaskan pada pemikiran seperti, dunia politik adalah tempat orang-orang kotor berkumpul dan para calon insinyur atau mahasiswa lain yang berlandaskan kebenaran terlalu putih atau suci untuk memahaminya. Politik hanya untuk urusannya orang tua dan wakil rakyat di gedung pemerintahan sana. Kita seharusnya tertampar oleh pemikiran seperti itu.

Kita seharusnya sadar bahwa apabila Indonesia ini hancur, tentu kita juga akan hancur. Kami teringat akan sosok Soe Hoek Gie yang partisipasinya di politik cukup dikenal di kalangan mahasiswa saat ini. Tentu partisipasi yang dilakukan olehnya menandakan bahwa dia melek politik. Mungkin sampai saat ini, cuma dia sosok satu-satunya generasi muda pada masanya yang masih antusias untuk tahu keadaan negerinya sendiri. Bukan saya, kamu, ataupun kita semua.


Tentu Soe Hoek Gie bukanlah orang yang gampang terhasut oleh arus politik pada saat itu. Dia mampu memposisikan dirinya sebagai mahasiswa yang netral. Melek politik bisa juga berarti mampu mempertahankan idealismenya. Tentu mahasiswa yang melek politik pasti akan berada pada posisi netral, atau bahkan bisa menjadi pihak oposisi yang netral. Seperti Soe Hoek Gie, mungkin apabila dia tidak mempunyai ideologinya sendiri, dia sudah gampang terhasut oleh partai-partai politik, mengingat posisi dia pada saat itu sangat penting sekali di pergerakan mahasiswa saat itu. Namun, kita sudah tahu Soe Hoek Gie seperti apa bukan?.

Kalau kita tidak melek politik, enggan berpartisipasi dalam kegiatan politik, mungkin akan banyak tangan-tangan para politisi yang terbuka lebar siap menangkap kita semua yang tidak tahu apa-apa tentang politik. Karena posisi kita disini sangat rentan untuk dihasut dengan iming-iming apapun itu. Partisipasi dalam kegiatan politik disini bukan berarti jadi “TSK” atau Tim Sukses dari suatu parpol atau siapapun lho ya. Namun, ikut terlibat dalam setiap tahapan kebijakan pemerintah. Mulai dari pembuatan, penilaian keputusan, hingga memantau keputusan/kebijakan pemerintah.
So, yuk kita sama-sama belajar mengenal politik. Sebagai penutup, kami mengucapkan terima kasih karena telah membaca artikel kami. Tunggu artikel kami selanjutnya ya. (rymnd/dimensi)

“Apabila politisi berkaitan erat dengan kekuasaan, dan Ilmuwan/Insinyur berkaitan erat dengan kebenaran. Apa yang akan terjadi jika keduanya digabungkan? Tentu tidaklah lain, akan menciptakan suatu sosok yang memegang kekuasaan yang dilandaskan kebenaran” – Anonymous

Jadi Mahasiswa yang Melek Politik!

Posted by : Dimensi Mesin ITS
Date :Senin, 19 Mei 2014
With 0tanggapan
Tag :

WARNING!! INDONESIA KRISIS ENGINEER (OPINI)

| Jumat, 16 Mei 2014
Baca selengkapnya »


  
(Teknik Mesin FTI-ITS) - Tahukah kalian, para mahasiswa, salah satu ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi liberalisasi pasar ASEAN 2015 mendatang ? Salah satu ketidaksiapan itu adalah jumlah engineer Indonesia hingga kini masih sangat kurang bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Bobby Gafur Umar, menyatakan bahwa Indonesia hanya memiliki 164 orang engineer per satu juta penduduk. Padahal, idealnya Indonesia harus memiliki  400 orang engineer per satu juta penduduk. Negara tetangga kita, Malaysia,  telah memiliki 397 engineer per satu juta penduduk. Apalagi Korea yang telah memiliki 800 engineer per satu juta penduduk. Menyedihkan sekali, bukan ?
Kesedihan ini ditambah dengan persentase jumlah lulusan engineer di Indonesia yang sangat rendah, yakni hanya 11 persen dari seluruh sarjana tiap tahunnya. Idealnya adalah 20 persen dari seluruh sarjana haruslah seorang engineer. Salah satu penyebab hal ini adalah minat para siswa SMA untuk meneruskan ke pendidikan tinggi sampai menjadi engineer sangat turun dan jauh berbeda dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Lagi-lagi tetangga kita, Malaysia, perbandingan antara engineer dan seluruh sarjana lulusan perguruan tinggi mereka telah mencapai 50 persen. Miris sekali, bukan ?
Lalu, apa tindak lanjut kita ? Apakah tahun depan negeri kita ini, negeri nenek moyang kita ini, negeri sumber daya alam terbesar sedunia ini, dan negeri surga ini akan menjadi tempat jajahan versi modern oleh bangsa lain ? Apakah kita benar-benar menjadi budak dan kuli di tanah air kita sendiri di tahun 2015 besok ? (Jon-Dimensi)

WARNING!! INDONESIA KRISIS ENGINEER (OPINI)

Posted by : Dimensi Mesin ITS
Date :Jumat, 16 Mei 2014
With 0tanggapan
Tag :

Engineer tanpa politik hanyalah seorang kuli. Benarkah? [OPINI]

| Kamis, 15 Mei 2014
Baca selengkapnya »


Beberapa bulan lalu ketika beberapa keredaksian dari Dimensi mengikuti kuliah tamu dari SOSMAS HMM mengenai pergerakan mahasiswa, ada satu statement yang akhirnya kami buat yang bisa membangkitkan kembali pergerakan mahasiswa dan membuat mahasiswa khususnya teknik Mesin dapat kembali lagi ke habitat awalnya, untuk bisa menjadi tumpuan negri ini. bahwa Engineer tanpa ilmu politik hanyalah seorang kuli yang bisa di suruh membuat atau merancang sebuah mesin, bukan mengambil keputusan yang bijaksana, bukan sebagai Agent of Change yang akan mengubah sebuah struktur (pemerintahan mungkin) dengan sebuah pengambilan keputusan.






Menurut salah satu staff departemen komunikasi dan informasi (kominfo) dari BEM FTI ITS periode 2012-2013 mengungkapkan bahwa politik dan engineer itu sangat dekat hakikatnya, tetapi sayangnya mahasiswa ITS masih kebanyakan menganggap POLITIK itu adalah sesuatu yang sangat kotor. "Saya Pernah bertanya kepada salah satu anak ITS yang mungkin sangat anti yang namanya politik, dia berkata kalau kita sebagai mahasiswa ITS itu kuliah engineering yah harusnya tentang engineering saja. nanti urusan politik serahkan saja sama yang ahli. Dia (anak ITS yang katanya anti Politik -red) berkata bahwa akan mencoba berkontribusi lewat BUMN dsb".


Menurut opini staff kominfo yang tidak mau disebutkan namanya ini, percuma saja jika kita tidak mengerti politik dan mau berkontribusi misalnya di BUMN. Jika mainset pikiran kita hanya bekerja saja dan tidak mau memimpin atau kasarnya hanya jadi kuli, mungkin politik tidak menjadi sesuatu yang penting. Tetapi jika mainset kita sebagai seorang Agent Of Change atau sebagai "History Maker" yah mengertilah sedikit tentang politik.

Dia juga menambahkan bahwa jika engineer tidak mengerti politik akan berdampak buruk kepada engineer itu sendiri. "Misalnya seorang engineer dalam mengambil keputusan harus berbasis hukum juga, misalnya K3 itu ada standar dari pemerintah, power plant juga. Kalau misalnya engineer tidak tau aturan dan perkembangan negara, maka keputusan yang dia buat gak akan sejalan sama aturan negara."

Dia juga berpesan agar mahasiswa melek politik, banyak membaca tentang apa yang sedang terjadi di negara kita, "jangan kalo membaca koran, bagian olahraganya dulu yang di baca" serunya.
dia juga berpesan, ITS yang sekarang sudah mulai terangkat namanya, para mahasiswanya harus peka terhadap perkembangan politik dan peka juga terhadap nasib rakyat.




Berbeda dengan Esteban M52 (nama samaran), yang mengatakan bahwa politik itu tidak penting. "Hmm, mungkin bukan bidang kita sebagai engineer untuk bicara politik dan aku gak ngerti yang namanya politik dan mindset aku tentang politik sudah negatif, jadinya tambah males." tandasnya.

tetapi, di balik ketidaksukaannya akan politik, esteban M52 mengakui bahwa politik memiliki dampak yang cukup besar dalam kehidupan engineer kedepannya. Dia berkata, "Tapi, politik udah masuk ke dunia engineer. contohnya di perusahaan-perusahaan. kalau anak teknik gak ngerti politik bisa-bisa dibodohin"

Hampir sama dengan esteban M52, MF M56 mengungkapkan bahwa politik kadang membingungkan sehingga membuat beberapa mahasiswa ITS tidak mau menyentuhnya. "Saya pribadi awalnya suka tentang politik namun ketika saya lihat politik di Indonesia, kenapa ketika ada sebuah gagasan yang bisa memajukan Indonesia politik malah menghambat? " kata MF



Sebenarnya yang menjadi masalah adalah mindset mahasiswa ITS yang mengatakan bahwa Politik sudah sangat buruk dan jelek. Pertanyaan yang dapat ditanyakan adalah kenapa bisa mindset mereka menjadi jelek? 
Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadinaa) pernah berkata dalam wawancara bersama Najwa Shihab bahwa kenapa negara ini memiliki politikus yang buruk? karena semua orang baik lebih bersikap diam daripada bergerak, sehingga yang jahat dapat berkuasa.

Mungkin itu bisa menjadi jawaban kenapa mindset beberapa mahasiswa ITS sudah menjadi jelek mengenai politik. karena sebagian mereka lebih memilih diam dan menonton negara ini di porak-porandakan oleh beberapa orang yang hanya mengejar keinginan pribadi. 
Karena sudah terlanjur porak-poranda mungkin menjadi alasan juga kenapa beberapa mahasiswa ITS sudah malas dan tidak mau lagi berkecimpung dalam dunia politik.
Tidak ada salahnya jika mahasiswa belajar sedikit tentang politik, membaca dan megetahui prosedur dan undang-undang negara tentang Energi dan Minyak (yang sesuai dengan latar belakang kita sebagai Engineer), dan juga belajar bagaimana cara untuk mengambil sebuah keputusan (jika kita menjadi pemimpin perusahaan) yang berasaskan pancasila dan undang-undang.
Percuma toh nanti kalo misalnya kita mau membuka sebuah lapangan kerja atau berwirausaha tapi tidak menbgetahui aturan dan perundang-undangan tentang wirausaha, salah satunya ada pada Peraturan Pemerintah Nomr 60 tahun 2013 dan juga Nomor 27 tahun 2013 tentang pengembangan inkubator wirausaha.

Banyak negarawan kita yang berlatar belakang engineer dan berhasil menjadi pemimpin karena dimulai dari pikiran mereka yang kritis terhadap lingkungan mereka. Contohnya, mantan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

 beliau masih bekerja sebagai arsitek dan juga sebagai pemikir bagaimana cara membuat Indonesia dapat merdeka. bahkan Belanda sempat menahan Soekarno karena pikirannya yang cukup kritis sehingga dapat menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan. bahkan ketika beliau di tahan di penjara elit Belanda, Soekarno menemukan cara untuk dapat berkomunikasi denga istrinya yaitu dengan menggunakan telur dimana cara yang digunakan sedikit berbeda yaitu dengan menusuk jarum ke telur. Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap namun jika terdapat tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.


Contoh lain adalah tahanan KPK, yang dulunya adalah kepala satuan khusus SKK MIGAS, Rudi Rubiadini yang merupakan salah satu akademisi yang cukup pintar di bidang perminyakan. Karena beliau mau belajar politik, beliau bisa menjadi ketua SKK Migas, tetapi menyelewengkan kekuasaannya  yang akhirnya menjebloskan dia kedalam penjara. 



Selama tujuan kita baik untuk mempelajari politik, niscaya negara ini akan menjadi lebih baik dari masa sekarang. Karena pada zaman dulu, orang-orang yang bergerak di bidang politik adalah orang-orang yang memiliki tujuan mulia terhadap negaranya. Mahfud MD pun berkata "Dulu tokoh-tokoh kita berpolitik itu bersih, tidak ada yang pakai uang seperti sekarang, sehingga membuat politik menjadi kotor. Tetapi, jangan lupa bahwa politik itu merupakan fitrah manusia," kata tokoh asal Pamekasan, Madura, itu.



Mulailah dari membaca, dan selalu menanyakan "Mengapa" terhadap apa yang kau baca untuk melatih pikiran kritismu (ybs/dimensi)

Engineer tanpa politik hanyalah seorang kuli. Benarkah? [OPINI]

Posted by : Dimensi Mesin ITS
Date :Kamis, 15 Mei 2014
With 1 tanggapan:
Tag :

Apa Itu Keluarga Mahasiswa ITS?

| Sabtu, 10 Mei 2014
Baca selengkapnya »



(Teknik Mesin-ITS) Pada Pasal 1 KDKM, dituliskan bahwa KM ITS merupakan sebuah sistem yang menaungi seluruh aktifitas organisasi kemahasiswaan dalam lingkup institusi pendidikan di ITS. KM ITS berdiri pada tanggal 1 september 2001 yang merupakan hasil dari MUBES III, KM ITS diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa ITS (Pasal 4 KDKM ). Visi KM ITS yaitu Mewujudkan Keluarga Mahasiswa ITS yang mandiri, profesional,  demokratis, dan dinamis yang dilandasi oleh nilai-nilai ketuhanan YME, nilai kejuangan Sepuluh Nopember serta nilai kerakyatan dalam rangka mempelopori pengembangan Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi bagi kesejahteraan masa depan almamater, masyarakat dan bangsa.
Ibarat sebuah negara KM ITS juga memiliki susunan pemerintahan yang sama seperti sistem pemerintahan di indonesia yang terbagi menjadi tiga, yaiutu : Eksekutif, Legislatif, dan Yudikat yang masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Terdiri dari Organisasi Kemahasiswaan, Lembaga Swadaya Mahasiswa, dan Lembaga minat dan Bakat, kedaulatan tertinggi KM ITS berada di tangan mahasiswa ITS dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Organisasi dan lembaga yang ada di ITS. Organisai Kemahasiswaan yang disebut dengan Ormawa terdiri dari Eksekutif Mahasiswa ITS, Legislatif ITS, dan Yudikatif Mahasiswa ITS. Dalam eksekutif mahasiswa ITS bersifat sebagai pelaksana dalam organisasi kemahasiswaan ITS, dimana didalamnya terdiri Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Lembaga Mahasiswa Fakultas, Daerah Otonomi Politeknik, dan Badan eksekutif Mahasiswa ITS.
logo dewan perwakilan mahasiswa ITS
Lalu untuk lembaga legislatif dijalankan oleh DPM yang idealnya beranggotakan perwakilan dari setiap masing-masing jurusan di ITS. Perwakilan jurusan tersebut biasa disebut dengan senat. Namun hal ini belum sepenuhnya dapat terlaksana karena pada kenyataannya banyak jurusan yang belum mengirimkan wakilnya. Fungsi utama DPM sendiri seperti penjaring aspirasi, kontrol terhadap kinerja BEM ITS, dan Legislasi atau pembuat undang-undang. Untuk jaring aspirasi DPM memiliki beberapa cara untuk mendapatkan aspirasi seperti ASPIRIN (aspirasi online), Jaras Fakultas dan Kotak aspirasi di HOC. Lalu untuk menjalankan fungsi kontrol DPM, menggunakan dasar Undang-undang serta KDKM ITS.
Lembaga yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Maahasiswa. Fungsi MM (singkatan dari Mahkamah Mahasiswa) sendiri mengawasi dalam hal hukum. Dimana MM mampu mengadili dan memberikan sangsi kepada individu atau lembaga terkait apabila telah melanggar atau lalai terhadap suatu Undang-undang atau KDKM ITS. Keanggotaan MM terdiri dari beberapa hakim yang jumlahnya ganjil, untuk kepengurusan tahun 2013/2014 jumlah hakim adalah 7 orang dimana masing-masing hakim memiliki spesialisasi pada bidang hukum tertentu. Namun kondisi yang demikian dirasa kurang ideal dikarenakan banyak mahasiswa KM Its yang belum mengetahui tentang MM itu sendiri.

Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus KM ITS sudah sepantasnya ikut andil dalam kemajuan KM ITS. Karena suatu kemajuan yang tidak dibarengi dengan kerja sama antar pihak terkkait maka akan menjadi angan-angan semata. Maka persiapkan diri kalian dan berkontribusilah untuk kemajuan KM ITS. (M. Firdaus-2013)

Apa Itu Keluarga Mahasiswa ITS?

Posted by : Dimensi Mesin ITS
Date :Sabtu, 10 Mei 2014
With 0tanggapan
Tag :

Millenium Development Goals, What the ... is that?

| Rabu, 30 April 2014
Baca selengkapnya »


"Di Penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dalam bidang politik. tidak begitu lama kemudian, tepatnya tahun 2000, para pemimpin dunia bertemu di New York dan meandatangani "Deklarasi Milenium" yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan"
Millenium Development Goals Summit


kata-kata di atas merupakan paragraf pertama dari Sambutan yang dikeluarkan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, sebagai respon salah satu kerja dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk membangun negara-negara yang tergabung dalam PBB dan memberantas kemiskinan dengan satu tujuan yaitu untuk memberikan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya khusus untuk negara-negara yang berkembang termasuk Indonesia.

Pada konfrensi yang diadakan di New York dan dihadiri oleh 186 Wakil Kepala Negara dari semua negara di dunia yang tergabung di PBB, disepaati ada 8 butir tujuan yang harus dilaksanakan hingga akhir tahun 2015. jadi, setiap negara wajib mempertanggungjawabkan 8 butir tujuan tersebut pada tahun 2015, apakah kedelapan butir tersebut yang notabene merupakan tujuan PBB untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas kehidupan setiap orang, dapat dilaksanakan oleh nagara-negara berkembang?


   
Presiden SBY sesaat sebeum memmpin panel MDGs Februari 2013 lalu


Sebagai salah satu negara yang ikut menandatangani deklarasi MDGs, Indonesia berkomitmen untuk melaksanakannya serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan program pembangunan nasional baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada hakikatnya setiap tujuan dan target MDGs telah sejalan dengan program pemerintah jauh sebelum MDGs menjadi agenda pembangunan global dideklarasikan. Potret dari kemakmuran rakyat diukur melalui berbagai indikator seperti bertambah tingginya tingkat pendapatan penduduk dari waktu ke waktu, kualitas pendidikan dan derajat kesehatan yang membaik, bertambah banyaknya penduduk yang menempati rumah layak huni, lingkungan permukiman yang nyaman bebas dari gangguan alam dan aman. Penduduk mempunyai kesempatan untuk mengakses sumber daya yang tersedia, lapangan kerja yang terbuka untuk semua penduduk, serta terbebas dari kemiskinan dan kelaparan.


sampul laporan bapenas
Pemerintah Indonesia mengklaim delapan target MDGs hampir semuanya tercapai. Itu tertera dalam laporan Bappenas 2010. Di antaranya pemerintah mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan penduduk yang berpendapatan 1 dolar per hari (standar Bank Dunia), dari 20,6 persen tahun 1990 menjadi 5,8 persen tahun 2008. Namun, klaim keberhasilan itu dibantah oleh sejumlah organisasi massa yang berhimpun dalam Indonesian Peoples Alliance (IPA) atau Aliansi Rakyat Indonesia. IPA menilai, pencapaian MDGs gagal. Ini seiring meningkatnya kemiskinan, tidak adanya akses masyarakat terhadap kesehatan, pendidikan dasar, ketahanan pangan, dan kerusakan lingkungan serta konflik agraria. 


 Berikut ini adalah 8 hal yang merupakan isi dari MDGs yang telah disepakati oleh negara-negara PBB

1. Eradicate extreme poverty and hunger
    Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan

a.  Menurunkan antara 1990 dan 2015, proporsi penduduk yang tingkat               pendapatannya   kurang dari $ 1,25 per hari

b. Mewujudkan kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak untuk semua, termasuk perempuan dan kaum muda
  
c.Menurunkan antara 1990 dan 2015, proporsi penduduk yang menderita kelaparan

2.  Achieve Universal Primary Education
                                       Mencapai Pendidikan dasar untuk semua





Dipastikan bahwa, pada tahun 2015, anak-anak di mana-mana, anak laki-laki dan perempuan, akan dapat menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Karena untuk beberapa negara miskin dan negara berkembang, pendidikan merupakan hal yang sangat tabu untuk anak-anak mereka dan membuat kehidupan mereka semakin buruk dari sebelumnya.

3. Promote Gender Equality and Empower Women
   Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan



 
    Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan menengah, pada tahun 2005,  dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015. Karena untuk beberapa budaya di negara berkembang dan negara miskin, wanita tidak seharusnya mendapatkan pendidikan dasar dan yang layak.


4.  Reduce Child Mortality
                                  Menurunkan Angka Kematian Anak
  
Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kurangnya pengetahuan orangtua terhadap kebersihan dan kesehatan anak, sehingga dapat menyebabkan kematian seperti campak


5. Improve Maternal Health
                                    Meningkatkan Kesehatan Ibu



Untuk beberapa negara yang masih berkembang atau negara miskin masih kurang memiliki pegetahuan yang cukup selama masa mengandung. dan angka 287.000 ibu meninggal dunia pada tahun 2010 karena kurangnya peralatan medis dalam menunjang kehamilan seseorang


6. Combat HIV/AIDS, Malaria and Other Disease
                      Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya


a. Mengendalikan penyebaran virus HIV
Memberikan pengetahuan akan seks bebas dan penggunaan kondom dapat mengurangi penyebaran virus ini serta anak-anak yatim piatu harus disekolahkan agar mengurangi anak-anak yang dieksploitasi yang juga sebagai kesempatan HIV untuk menyebar

b. Pengobatan Universal untuk HIV/AIDS
Pada akhir tahun 2011, sebelas negara telah mencapai akses universal terhadap terapi antiretroviral.

c. Penyakit Malaria dan penyakit menular lainnya dihentikan penyebaranya pada tahun 2015
dengan cara -cara pencegahan yang telah dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dibawah PBB untuk membantu negara yang memiliki masalah ini seperi Niger dan negara di sekitar gurun Sahara. 


7. Ensure Environmental Sustainability
   Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup

a. Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang

b. Mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati, dan pada tahun 2010, mengalami penurunan yang signifikan dalam tingkat kerugian

c. pada tahun 2015, proporsi penduduk memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar

d. peningkatan yang signifikan dalam kehidupan setidaknya pada 100 juta penghuni kawasan kumuh  


8.  Global Partnership for Development
                             Mengembangkan Kemtiraan Global Untuk pembangunan

 a. Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi.

b. Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil.

c. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.

d. Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.

e. Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda.

f. Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.


Tetapi, menurut beberapa pengamat ekonomi, Indonesia akan sulit dalam melaksanakan 8 point MDGs ini, atau Indonesia tidak akan bisa mencapai deadline nya yaitu pada tahun 2015, karena Indoensia membutuhka dana yang cukup besar untuk melaksanakan 8 point MDGs ini. belum lagi hutang Indonesia untuk menutupi kebutuhan negara yang lainnya.



menurut perjanjian MDGs, negara-negara maju wajib memberikan bantuan kepada egara-negara berkembang dan miskin dalam bantuan dana tapi bukan hutang. pada kesepakatan MDGs tahun 2000, negara-negara maju wajib memberikan bantuan dana dengan menyisihkan 0,7% dari GDP masing-masing negara maju. tetapi, tidak semua negara telah melaksanakan hal ini. (ybs/dimensi)

sumber:
http://mdgs-dev.bps.go.id
www.un.org 
www.metrotvnews.com




 







 

Millenium Development Goals, What the ... is that?

Posted by : Dimensi Mesin ITS
Date :Rabu, 30 April 2014
With 0tanggapan
Tag :
Next → ← Prev
▲Top▲